Sepasang Tak Perlu Seragam
“Aku suka
The Beatles”
“Aku tidak”
“Aku suka
menikmati senja dari jendela”
“Aku tidak”
“Dan aku
tidak suka gelap”
“Tapi, aku
suka”
“…..”
“Kok kamu
tidak pernah sama denganku”
“Iya, memang
kenapa ?”
“Kan kamu
pacarku”
“Lalu…. ?”
--0--
Mengenai
semua hal yang ada di dunia, kurasa kebanyakan manusia memiliki masalah dengan
yang namanya percaya diri, maksudku percaya dengan apa yang di punya, yang di suka, dan segala hal yang ada di dirinya.
Betapa tidak bisa yakinnya kalau sebetulnya kebahagiaan itu sederhana, itu bisa
didapat dengan mudah. Jika lalu kau tidak bisa percaya mungkin dirimu memang
sudah tertamengi oleh keinginan untuk menjadi seragam.
Dunia tak pernah menuntutmu untuk
sama dengan siapapun, Tuhan menciptakan manusia satu per satu dengan ketelitian
yang tak perlu kau pertanyakan, bahkan dua manusia kembar pun memiliki
perbedaan, maka untuk apa kau repot ingin sama dengan orang lain.
Terkhusus tentang ini, mengenai
sebuah hubungan. Pernahkah kau menyadari atau bahkan merasa bahwasannya hal itu
secara ambigu telah mendistraksikanmu untuk menjadi apa yang sebenarnya tidak
terlalu penting untuk ada di dirimu, hanya dengan alasan kau ingin membuatnya
senang kau rela memakai banyak topeng yang sebenarnya juga tidak terlalu
menyamankan untukmu, percayalah, bukan begitu caranya karena sebenarnya untuk
mendapatkan kebahagiaan tak ada tuntutan di dalamnya.
Aku punya pasangan, dan aku masih
menamainya sementara, karena memang namaku dengan namanya belum tercantum di
buku sakral yang banyak orang idamkan. Aku sudah sama-sama dengannya sekitar 2
tahun dan jika perlu kau tahu dari awal kami sudah banyak memiliki perbedaan,
kadang itu memang terasa menyebalkan karena membuat kami kesulitan untuk ada di
pemikiran atau jalan yang sama.
“Lapar ih, kamu lapar gak ?” Seru
pacarku ketika kami sedang jalan.
“Lapar juga, ya sudah makan, yuk”
“Yuk, nge ramen ya”
“Kok Ramen sih, gak ah kan aku gak
suka pedas”
“Ih tapi kan aku pengen ramen”
“Tapi kan aku enggak suka, ya sok aja
kamu kalau mau mah”
Dan lalu Aku
memutuskan untuk tetap tidak makan ramen, tapi perut kami tetap kenyang karena
kami tetap makan sesuai dengan apa yang kami ingin makan, dia makan ramen dan
aku temani, setelahnya dia yang menemaniku untuk makan nasi goreng, bukankah
itu lebih menyenangkan ?.
Tak ada yang perlu di paksakan semua
punya kesuka dan ketidaksukaan, janganlah terlalu rela untuk mencoba apa yang
tidak disukai hanya untuk sama dengannya, dia memang sayang tapi ketika aku
tetap memaksakan makan ramen, resiko sakit setelah makan pedasnya tetap aku
yang rasa, tidak akan bisa ia gantikan.
--0--
Bagiku arti hubungan memang begitu,
tidak hanya sekedar untuk menghargai tiap perbedaan tapi juga mampu memahaminya
untuk membuat satu sama lain menjadi paham bahwasannya ketika sudah menjadi
sepasang, tugas manusia bukan hanya untuk merasa suka pada apa yang dilebihinya
tapi juga mampu dengan apa adanya menerima setiap kekurangan dan segala hal
yang tak sesuai denganmu.
Dan bagi salah satu pihak yang merasa
sangat mencintainya, tak perlulah pun melakukan atau menjadi berbagai hal yang
tidak mencerminkan dirimu, kau adalah engkau yang terlihat karena ciri, tak
usah berusaha seragam dengan yang dicintai, karena belum tentu juga itu yang
disenangi.
Percayalah, apa adanya itu indah,
baik itu ketika mencintai ataupun dicintai, jatuh cinta bukan berarti mau jatuh
dengan cara apa saja agar dia bisa cinta, tapi mau jatuh berjuang dengan caramu
sendiri untuk membuatnya menyadari bahwa kau memang mencintai.
Dan jika sudah mampu memiliki, kau
akan temui beberapa perubahan yang mungkin terjadi, rasa sensitif mulai akan
lebih menonjolkan perannya untuk membuktikan kebenaran perasaaan cinta, kadang
salah satu pihak akan meminta untuk agar pasangannya melakukan hal yang diluar
dirinya, entah mungkin karena merasa perlu atau hanya karena ingin membuktikan
sesuatu, Pahamilah itu.
Aku pribadi
selalu ingin untuk agar jangan sampai diriku merasa perlu melakukan sesuatu
diluar biasaku, terutama jika memang aku tidak suka untuk melakukannya.
“Sayang,
nanti malam pas nonton kita pakai baju couplean, yuk !”
“Kenapa
harus couple ?”
“Ya
gak apa-apa, biar keren aja”
“Gak
ah, aku gak suka”
“Ih
kamu mah, ya sudah deh”
Aku lebih
baik jujur pada pasanganku dari awal ketika memang aku tidak suka untuk
melakukan sesuatu, menurutku itu lebih baik dibanding kau memilih untuk tetap
menurutinya tapi pribadimu sendiri tidak suka alias terkesan terpaksa,
sudahlah, kau harus patuh pada ungkapan kalau jujur memang lebih baik.
Lagipula, percayalah ketika kau jujur tak akan serta merta membuat pacarmu
marah, justru menurutku itu akan membuat pacarmu salut karena kau berani terus
terang dari awal dan mungkin dari situ juga akan membuat pacar mengerti bahwa
memang cinta tak bisa memaksa, bulan tak bisa diminta untuk menerangi siang
bahkan jika itu matahari yang meminta.
--0--
Perbedaan
memang sudah seharusnya mampu di pahami karena itu akan menjadi titik indah
jika bisa diterima, bukankah memang sudah menjadi tugas cinta untuk menyatukan
tiap perbedaan itu ?.
Jangan pula
terlalu percaya jika ada yang bilang bahwa ketika kau tidak bisa mengiyakan
keinginannya itu akan membuatmu kehilangan dia. Aku tidak percaya itu, karena
pada kenyataannya sekarang aku sudah bersama-sama dengan pacarku hingga dua
tahun. Pada awalnya dia memang begitu, sering memintaku untuk melakukan apa
yang dia mau,dan dengan tenang aku selalu merespon apa adanya. Kadang aku mampu
mengiyakan ketika memang itu pun aku suka tapi sering juga aku menolak
permintaannya itu, bahkan jika dibandingkan mungkin kuantitasnya aku lebih
banyak menolaknya. Kadang responnya
menggerutu tidak suka tapi sering juga dia mampu memberi respon maklum. Aku
selalu berusaha jujur padanya walau mungkin aku juga tahu kadang ada kejujuranku
yang membuatnya kurang suka, tak mengapa aku mengerti, karena aku yakin dia
mampu tahu bahwa tujuanku bukan menyakitinya.
Dengannya
aku berusaha apa adanya, konsep mencintaiku memang begitu. Ketika jalan
dengannya aku tak terlalu sering bergandengan tangan karena aku percaya pada
kemampuannya berjalan, aku pun tak terlampau sering memanggilnya cantik karena
bagiku pujian bukan segalanya dan dia lebih tahu seperti apa dirinya. Untukku,
aku hanya perlu melakukan hal yang penting yaitu mencintainya secara konsisten,
dan selalu mendoakan agar kebahagiaan menjadi teman hidupnya.
Bila kemudian orang diluaran sana ada
yang bilang aku tak cukup romantis, biar, aku akan menerima itu, tak pentinglah
terlalu harus bergantung pada penilaian orang lain, aku lebih memilih untuk
ingin bahagia berdasarkan ketentuan yang aku buat.
Aku memang
tak pandai memahami konsep menjadi orang romantis untuk membuat pacar senang,
sekolah tak mengajarkanku dan aku pun tak gesit ingin tahu.
Kau pun jika
ingin tahu, aku adalah tipe pacar yang tidak terlalu sering memberi hadiah pada
pasangan, bukan karena tak mampu, hanya saja aku yang memang sengaja memperkecil
skalanya. Bagiku memberi hadiah ke pasangan cukup sesekali saja tapi bisa
dipastikan bahwa apa yang diberi itu bermanfaat, lagian bukankah yang terlalu
sering itu justru membosankan ? ayo cobalah fikiri itu.
Dengan
pasanganku pula aku tak pernah merayakan anniversary bulanan, karena bagiku itu
terkesan berlebihan terlebih karena memang aku yang ingin terus bersamanya
dalam hitungan tahun atau windu kalau perlu.
--0--
Pada intinya
aku hanya ingin memperlakukan pacarku sebagai manusia biasa yang aku lebihi
karena dia istimewa, bukan memperlakukannya bak permaisuri atau bahkan
bidadari, ayolah itu terlalu fana, kita hidup di dalam dunia yang dominan
dengan makhluk yang bernafas bukan makhluk yang sempurna dalam cerita.
Janganlah
terlalu tergiur akan pujian orang lain hingga harus membuatmu rela berlaku apa
saja, berlakulah selayaknya udara yang dengan cara khas nya sendiri mampu
membuat banyak orang senang dan bersyukur akan hadirnya.
--0--
Pada intinya
aku hanya ingin membuat pacarku selalu tahu bahwa aku akan terus mencintainya
bukan untuk waktu selamanya melainkan untuk satu umur hidupku, itu bukan janji
hanya satu ungkapan yang selalu aku perjuangkan untuknya, percayalah ketika aku
bicara begitu itu merupakan hati yang bicara dan jika dia mampu melihatnya
lebih dalam ada doa untuknya yang mengiringi semua itu.
Pacarku, biar
perlulah juga kau tahu, ketika di berbagai hal aku tak mampu sama denganmu bukan berarti aku tak
ingin berjuang untukmu, faktanya lebih dari itu perjuanganku selalu untukmu,
doa-doaku mampu ku bagi untukmu, dan bahagiaku mampu terlihat jika kamu ada
bersamaku.
Pacarku,
ketahuilah rasa sayangku benar untukmu dan semua itu adalah tentang hati bukan
mulut semata.
Kamu adalah
kamu dan aku adalah aku, biarlah beberapa perbedaan ini tetap ada, biarkan
mereka tumbuh, berkembang,dan dewasa, hingga satu waktu nanti semua bisa
disatukan oleh sesuatu yang indah, yaitu ketika nama dan foto kita bersebalahan
di buku idaman itu.

Komentar
Posting Komentar