Solo Travelling




            Di salah satu malam yang dingin aku pernah merasa sangat nyaman mendengarkan salah satu lagu Banda Neira yang berjudul Hujan di Mimpi, Kau tahu aku sangat suka liriknya
Sepi itu indah…., Percayalah”  “Membisu itu…, Anugerah”

            Namaku Johan, penyuka kehidupan yang jika tiap pagi kau simpan roti dan bihun di atas meja, maka akan ku pilih bihun sebagai sarapan, bukan aku tidak suka roti hanya saja aku ingin berbeda, ku fikir kadang kita tak perlu menghiraukan apa orang lain suka atau tidak ke kita yang penting kita melakukan apa yang membuat diri sendiri nyaman.

            Pagi-pagi sekali aku sudah ada di Bandara Soekarno Hatta untuk melakukan sebuah perjalan, aku berangkat dari kota asalku Bandung tadi shubuh sekitar jam 2 pagi ketika sebagian orang rumah masih tidur dan petugas ronda sedang main kartu. Kau tahu maksudku, ini adalah akhir bulan Desember dan aku mendapatkan cukup banyak cuti di kantor maka aku akan memanfaatkan itu untuk berlibur.

            “Mau kemana, Mas” Tanya seseorang disebalahku.
Aku baru saja selesai Check In dan sekarang sedang menunggu sebentar sebelum masuk ke dalam pesawat lalu terbang menuju tempat tujuan.
            “Derawan, Mas” Jawabku
            “Oh Sendirian ?”
            “Iya”
            Hari ini aku memang akan menuju kesana, ke pulau Derawan yang ada di Kalimantan Timur, sebelumnya aku belum pernah kesana tapi telingaku sudah banyak mendapat pendengaran kalau disana itu indah, katanya kau akan mendapat sensasi laut yang indah dan membuatmu bisa bilang kalau Derawan itu Raja Ampat kedua jika memang kau setuju Raja Ampat tetap yang terindah,
Sebagai penghuni bumi yang memang sangat menyukai laut tentu rasanya aku harus kesana merasakan sendiri keindahan Derawan dibawah jiwa sukma terteduh awan.
            Dan benar aku memang akan kesana sendirian, melakukan sebuah backpacker sekaligus mencari jati diri, kau mengerti maksudku kan ?. Begini aku bekerja sebagai seseorang yang punya tanggungan untuk bertemu banyak orang setiap harinya, aku sangat senang dengan pekerjaanku  tapi marilah setuju denganku kalau sesuatu yang kita suka pun lama kelamaan bisa jadi membuat bosan. Aku juga percaya bahwa dengan bertemu banyak orang itu bagus karena bisa membuka luas jaringan kita, tapi aku juga percaya bahwa dalam 365 hari setiap tahunnya minimal kita butuh 1-2 hari untuk merasa sendirian, atau bukan sendirian juga, tapi bisa dibilang bertemu dan melakukan yang lain.
            Pesawatku terbang dari Jakarta pada tadi pagi jam 6.30 dan sekarang sudah mendarat di Balikpapan jam 10.30 pagi, total waktu penerbangan 2 jam karena memang ada perbedaan waktu satu jam antara Indonesia Barat dengan Indonesia Tengah, kau tahu tapi ini bukan tujuanku karena untuk sampai di Pulau Derawan aku masih harus melakukan perjalanan darat dan aku memilih melalui rute Berau karena itu memang paling cocok untukmu yang berangkat sendiri. Aku kesana menggunakan Travel Umum dan lalu bertemu dengan beberapa orang yang satu tujuan ke Derawan, di dalam mobil itu  mereka menunjukkan sifat ramah khas Indonesia, seperti biasa semuanya di awali dengan menatap untuk kemudian memberi senyum.
Basa-basi orang Indonesia memang selalu khas.
            “Mas….” Sapa satu orang di sebelahku, ia laki-laki dan ku fikir dua orang di sebalahnya juga temannya
            “Ke Derawan Mas ?” Sambungnya
            “Iya”
            “Dari mana ?”
            “Oh saya dari Bandung”
            “Oh Bandung, kalau saya mah dari Kuningan” Dia berinisiatif bilang begitu padahal akunya juga belum tentu bertanya begitu.
            “Oh Kuningan, iya bagus ya kuning-kuning kotanya”
Aku tahu aku melakukan basa-basi yang salah, tapi serius aku tidak tahu apa yang khas dari Kuningan, Maaf.
            “Memang sendiri atau gimana Mas ?” Sambungnya bertanya lagi
            “Iya, sendiri”
            “Gabung sama kita saja kalau gitu, gimana ?” Tawarnya “Untuk penginapan mah tenang kita udah sewa kok”
            Aku sangat berterima kasih untuk tawaran itu dan senang, orang Indonesia memang selalu berkesan, untuk yang baru di kenal pun mereka dengan ramah menawarkan sebuah kebaikan, tapi aku ingin kembali ke tujuanku bahwa memang aku kesini untuk Solo Travelling, maksudku aku tentu pasti ingin bergabung dan bersenang-senang dengan orang-orang baru tapi untuk saat yang awal ini biarkanlah aku untuk merasa sendirian.
            “Oh gak-apa mas terima kasih, saya sudah ada kok tempat mah” Jawabku kemudian.
Untuk tempat tinggal memang aku sudah ada rencana, aku akan tinggal di penginapan ilham dengan biaya sewanya yang murah.
--0--
            Dan di sebuah ujung siang yang belum bisa kau sebut sore aku tiba di Pulau Derawan, rasanya indah hawanya sangat beda dengan hawa Bandung yang biasa aku rasakan, pemandagannnya sangat bisa kau sebut perfect angle untuk yang suka foto, disini aku jadi ingin langsung bilang kalau aku memang tidak salah memilih tempat liburan.
Jika di Bandung aku pernah membaca kutipan kalau “Bandung diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum”, maka ku kira kutipan itu juga bisa kau sematkan untuk Derawan terkhusus untuk lautnya yang luar biasa.


            Disini sekarang aku bisa melihat banyak orang yang sudah mendahuluiku untuk melakukan snorkeling, ku kira mereka datang lebih pagi atau mungkin sudah ada disini sejak hari-hari kemarin, akhir tahun memang waktu yang sangat cocok untukmu yang ingin liburan jauh, kau diberi banyak waktu untuk senang dan itu cukup membuatmu hanya ingin fokus pada itu tanpa peduli kalau mungkin selesai ini tugasmu di kantor menumpuk dan gajimu akan dipotong.
            Aku membiarkan diri beristirahat di tepi pantai tanpa peneduh dan  juga mengizinkan sinar mentari untuk langsung menusuk ke atas kepala, aku tidak peduli jika habis ini aku jadi hitam, bahkan jika itu membuat aku harus memperpanjang status single, biar saja yang penting aku senang.
            Setelah beberapa waktu begitu, lalu aku berjalan menghampiri satu orang penjaga pantai disana, maksudku sekarang aku ingin snorkeling karena aku tidak sabar untuk itu apalagi selama bersantai di pinggir pantai disana berulang kali aku melihat ekspresi senang dari mereka yang selesai ber snorkeling.

            “Iya, dipakai saja itu semua perlengkapannya Mas” Bilang si penjaga pantai.
            Sekarang aku akan langsung menyelam kebawah jadi untuk semua sensasinya biar aku ceritakan saja.


            “Whooaa kamu keren” Aku sudah ada di bawah laut dan sangat merasa senang, sekarang di depanku ada ubur-ubur yang bahkan lalu aku pegang, kau tahu itu tidak menyengat jadi sungguh sangat langka dan ini benar-benar keren.

            Lalu banyak lagi yang bisa aku nikmati dibawah laut ini, aku senang lautnya sangat bersih, biota lautnya sangat banyak dan itu semua keren-keren. Di beberapa kesempatan aku membuat diri nyaman bermain dengan penyu-penyu hijau, di depannya aku bermain bak manusia yang mengerti bahasanya dan itu bahagia.
            Jika ada yang membuat aku kecewa untuk hal ini adalah aku tidak bisa membawa kamera ke bawah sini, kau tahu kenapa aku begitu, tapi ya sudah kadang untuk satu hal yang diabadikan aku lebih bisa mengandalkan ingatan dibanding jepretan.

--0--
            Setelah ber snorkeling aku seakan tidak mengizinkan rasa capek untuk masuk ke dalam tubuh, kau tahu seharusnya mungkin aku diam sebentar, tapi aku tidak mau, setelah kembali dengan pakaian yang kering aku memilih untuk berjalan kaki dan mengililingi pantai, aku melengkapi diri dengan earphone yang ku pasang ke telinga untuk mendengar lagu-lagu dari Banda Neira, ini benar-benar menyempurnakan sore hariku.
            Langkahku terkagum pada pijakannya di atas pasir putih, mataku juga ia merasa bersyukur untuk bisa melihat warna-warna di sekelilingnya, kau tahu alasanku melakukan Solo Travelling adalah memang untuk ingin begitu, rasanya aku merasa hari ini akan bisa melipuri rasa penat selama di kota sana.

            “Sedang apa Mas ?” Aku menyapa pada tiga orang yang sedang berkumpul
            “Eh Mas yang tadi ?” Jawab salah satu diantara mereka.
Dan itu memang mereka, tiga orang yang aku temui di travel tadi.
            “Eh iya Mas, belum sempat kenala ya kita” Bilangku “Johan, saya”
            “Eh iya Mas, saya Adi, kalau yang ini Gusti dan yang itu Ferdi”
            “Oh iya iya, keren namanya Rima i semua”
Lagi, aku memang tidak pandai dalam hal basa-basi
            “Sedang pada ini ?” Aku bertanya
            “Ini makan buah elai, coba silahkan Mas enak buah khas sini”
            “Boleh ini ?”
            “Iya iya silahkan”
            Lalu aku dan tiga orang yang baru aku kenal itu saling bergabung untuk sama-sama menikmati buah elai. Buah elai kau tahu adalah buah khas daerah sini bentuknya sangat menyerupai buah durian dan rasanya sangat manis apalagi jika kau menikmatinya di pinggir pantai dan kau tahu ini gratis.
            Aku sangat senang kali ini terutama karena aku menikmatinya, aku masih tetap bisa berakrab dengan mereka bahkan ketika buah elai sudah habis, kami bercerita tentang diri kami masing-masing, dari pembicaraanya aku tahu kalau mereka bertiga adalah Mahasiswa di Univeritas Padjajaran yang bahkan katanya mereka ngekost di Bandung, dan daerah kostnya juga malah satu daerah dengan kostanku di daerah Dipatiukur, tadinya aku ingin bilang dunia itu sempit, tapi buktinya walau sempit aku tidak bisa tahu semuanya.
            Kami terus melakukan itu hingga kemudian gelap menjadi dewa di langit, sekarang kau sudah bisa bilang kalau suasana ini cocok untuk kau nikmati lagi sendirian.
            “Ehmm Mas itu penginapan kita di sebelah sana, mau gabung bareng kesana atau gimana?
            “Eh terima kasih, masih ingin disini dulu saya kayanya”
            “Oh kalau gitu kami tinggal duluan kesana gak apa-apa mas, ini kebanyakan makan buah elai kayanya ?”
            “Ha Ha iya gak apa-apa kok”

            Lalu dihadapan laut biru yang dibuat gelap oleh malam, aku bisa merasakan angin menusuk jemari lebih dalam, juga mendapat arti sendiri jauh lebih dari ini.
           
            Jadi apa makna Solo Travelling itu ?
            Bagiku disini kau bisa menemukan intuisi untuk bagaimana lebih mengenali diri, tempat yang kau singgahi mempunyai cara  untuk membuatmu merasa begitu. Kau tahu hari ini Derawan telah membantu membuatku mengetahui hal yang sebelumnya tak aku tahu.
            Dengan ber Solo Travelling aku jadi merasa bahwa meskipun aku bekerja sebagai seorang sosial itu tidak bisa membuatku merasa kenal dengan semuanya, selamanya aku tidak akan bisa begitu. Cara terbaik untuk mengevaluasinya adalah pergilah dan untuk beberapa waktu biarkan dirimu merasa sendiri hingga kau bisa paham betul arti lirik ini.
            “Sepi itu indah…., percayalah”
            “Membisu itu,…. Anugerah”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dua Detik

Atas Nama