Cara Terampuh Bersahabat

(2)



Kau tahu cara untuk membuat kau tak kehilangan sahabatmu ?.
Mari.
           
Aku Landin, dan itu memang namaku, sekarang aku berusia 19 tahun, belum menikah,dan sudah punya E-KTP.
            Aku itu laki-laki dan punya sahabat perempuan, namanya Rizki atau sering di panggil Kiki juga kadang aku panggil Cici, yang itu berlaku ketika aku melihat usahanya melek dari matanya yang memang minimalis. Aku telah berteman dengannya sejak kelas 1 SMP dan kalau aku hitung berarti sekarang aku sudah 8 tahun bersahabat dengannya, dan itu kalau anak berarti sudah kelas 2 SD.
            Kau harus tahu dia, maksudku kalian harus kenal siapa itu Kiki, dia itu perempuan yang lahirnya sama denganku di Bandung namun karena orang tua dan beberapa saudaranya asli Medan, maka ia harusnya memiliki bakat untuk bicara dengan Bahasa daerah sana.
Maka kadang aku suka mengelegnya.
            “Horas Cici, Boha Kabar? ”
Itu Bahasa Medan artinya, apa kabar ?.
Tapi, kemudian ia menjawab dengan nadanya yang judes. “Naon sih Lan, kakara ge bieu isuk-isuk panggih” (Apa sih Lan, baru juga tadi pagi ketemu).
            Harusnya dia tidak begitu, karena dia tinggal di Bandung, di sebuah kota yang dikenal dengan keramahannya, tapi kalian juga tahu setiap manusia itu punya sifat yang berbeda, dan Kiki memang sedikit judes atau kadang dia juga banyak tingkah dan karena itu saat SMP, saat aku satu sekolah dengannya, cukup banyak siswa yang tidak suka dengannya, kecuali aku.
            Di SMP hanya ada tiga orang yang dekat dengannya atau tidak pernah terganggu dengan polahnya, yaitu Aku, Imam, dan Fazrin. Kami berempat bersahabat selama tiga tahun berseragam putih biru itu. Dan satu waktu ketika sekolah akan mengadakan Pensi (Pentas Seni) aku berbicara seperti ini. “Eh kita bikin band yuk”
            “Ayuk, yuk aku pegang Gitar” Bilang Fazrin
            “Aku mah jelas dong, vokal” Jawab Imam
Diantara kami Imam memang yang paling memiliki suara bagus kalau nyanyi, di dalam dirinya seperti ada titisan John Mayer, atau Rio Febrian  kalau Indonesia.
            “Oke aku drum, kalau kamu apa Ki ?” Tanyaku ke Kiki
            “ Aku mah gak bisa main alat musik ehmm, jadi penonton aja weh”
            “Masa penonton ?”
            “Iya lagian kenapa bikin band sih, kenapa gak bikin Girlband aja, kan lagi trending sekarang”
            “Ki kamu bisa lihat dong kami bertiga ini apa ?”.

--0--
            Menginjak SMA, kau tahu semuanya pasti tak sama ada beberapa perubahan yang walaupun sebenarnya tak kau inginkan terjadi tapi malah terjadi. Saat SMA kami berempat bersekolah di sekolah yang berbeda satu sama lain, dan itu membuat hubungan pertemanan kami juga berubah. Lingkungan baru yang menghampiri juga secara tidak langsung menyuruh kita mengenal segala sesuatu yang baru, di sekolah baru ini aku bertemu dengan banyak kawan baru yang mungkin jika harus dibandingkan aku yakini ada beberapa orang yang lebih baik dari mereka bertiga, dan mungkin itu juga yang terjadi pada Fazrin, dan Imam. Aku benci karena sempat harus setuju dengan perkataan “Teman baru akan membuat kita melupakan teman lama”.
            Tapi begini kau harus tahu, hal macam itu tidak berlaku bagi aku dan Kiki, karena nyatanya walau kami sudah tidak satu sekolah, kami tetap berhubungan baik sebagaimana sahabat semestinya, walaupun memang pertemuan kami sudah sampai pada batas jarang.
            Aku selalu setuju dengan perkataan Kiki yang satu ini. “Kau tahu walaupun di sekolah ini banyak yang lebih keren daripada kamu, kamu bakal tetep jadi sahabat aku, karena untuk jadi sahabat gak perlu syarat seperti itu.”

            Kadang aku berfikir, kenapa hanya Kiki yang jadi satu-satunya teman SMP yang masih tetap jadi sahabatku, kau tahu di SMP aku cukup dekat dengan banyak orang, ada Lingga laki-laki yang satu tim futsal denganku, ada Tedi teman satu bangkuku selama tiga tahun, atau ada juga Anne wanita cantik yang juga mantan pacarku, tapi aku gak tahu kenapa setelah lulus SMP mereka jadi anak buah Kim Jong Unn, belajar menjadi manusia yang sombong dan lupa dengan teman lama.

            Aku ingat ini, waktu itu aku makan berdua bersama Kiki di salah satu warung ramen, itu adalah pertemuan pertama kami setelah 2 bulan tidak bertemu, Kiki yang sengaja mengajakku karena ia ingin memberiku kabar bahwa ia di terima di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, itu adalah kampus idamannya Kiki, aku tahu itu dan ikut senang mendapat kabar tersebut.
            “Kalau kamu kuliah di mana, Lan ?” Tanya Kiki.
            “Hmm, aku gak lolos masuk UNPAD” Jawabku “Jadi kayaknya tahun ini aku gak kuliah dulu”
            Ih kenapa ? kamu mau langsung kerja ?”
            “Iya”
            “Ih kenapa gak coba ke swasta aja atuh”
Maksudnya adalah kenapa aku tidak mencoba ikut tes masuk Universitas Swasta.
            “Coba aja atuh masuk ISBI, siapa tahu keterima biar kita bisa satu kampus”
            “Hmmm, gimana ya, soalnya kamu tahu kan UNPAD itu mimpi aku, jadi aku akan coba lagi masuk buat tahun depan”
Kau tahu, aturan untuk masuk Universitas Negeri memang begitu, jika kita gagal di kesempatan pertama kita masih punya kesempatan lain di tes tahun depan, dan itu berlaku selama tiga tahun periode.
           
            “Iya sih, cuma nanti kalau kamu kerja terus aku kuliah kita bakal jadi susah ketemunya dong”
            “Mungkin iya, tapi kita tetep sahabatan, kan ?”

            Lalu memang iya, ketika Kiki sudah  mulai efektif kuliah dan aku sudah melakoni pekerjaan sebagai Bartender, kami sangat sulit untuk mendapatkan waktu agar bisa bertemu, bahkan sudah bisa di bilang tidak bertemu, karena sudah 5 bulan ini aku tidak bertatap dengannya, terakhir aku hanya tahu kabarnya lewat BBM yang ia kirim saat ia cerita bahwa ia lelah dengan segala macam rutinitasnya kuliah, dan itu adalah satu bulan lebih yang lalu.
            Yang ku tahu Kiki sekarang nge-kost di Buah Batu dekat kampusnya, sedangkan aku masih tetap di kost-an ku yang di Jalan Sukajadi.
            Sebenarnya bisa saja aku membuat kami menjadi sering bertemu, tapi kau tahu aku sekarang harus bisa juga menjadi orang yang mengerti waktunya, bukan tidak mungkin juga kan kalau anak kuliah itu lebih sibuk dari pada orang yang bekerja.
            Aku beberapa kali mengiriminya pesan lewat BBM dan pesan Multimedia lainnya, tapi kau tahu dia baru akan membalasnya dua atau tiga jam kemudian itupun ia balas singkat dengan tidak pernah lebih dari 5 kata, dan kau tahu juga selama itu Kiki tak pernah mengabariku duluan, mungkin dia benar sibuk, tapi tadi, tadi pagi aku mendapat BBM darinya, ia mengajakku ke Festival Citylink, dan kau tahu aku selalu tidak pernah ingin menolak jika ia butuh bantuanku, apalagi ini akan membuatku bisa bertemunya kembali setelah lima bulan, maka aku rela hari ini tidak masuk kerja, hanya untuk membantu Kiki.
            Maka sekarang di jam 4 sore aku bersama motor Satria FU150R ku akan meluncur ke Jalan Buah Batu untuk menjemput Kiki di kostannya, aku belum tahu percis dimana kostannya tapi tadi ia mengirimiku alamatnya maka aku akan mencarinya.
           
Hai Ki, apa kabar ?” Aku menyapanya saat sudah bertemu di kostan
Baik-baik, kamu gimana ?”
“Alhamdulillah, ini ngomong-ngomong ada apa memang di festival Citylink ?”
“Udah nanti aja aku kasih tahunya, sekarang langsung jalan yuk”

            Ketika telah sampai di Festival Citylink, Kiki nampak memberikan respon bingung atau seperti sedang mencari sesuatu yang ingin segera ia temukan, dan tentu itu membuatku harus bertanya ada apa.
            “Cari apa sih Ki ?”
            “Cari si Ray“
            “Ray ?”
            “Iya hari ini dia perform disini, makanya aku minta tolong kamu temenin aku, tadi aku udah sempet minta tolong Willy terus Adit, tapi pada gak bisa, jadi aja aku minta tolong kamu, aku tuh pengen banget lihat Ray main gitar, Landin”
            Begini, Jika kalian ingin tahu, Ray itu adalah pria yang disukai oleh Kiki, aku tahu itu karena walau kami jarang bertemu kami sesekali suka cerita lewat BBM tentang kehidupan kami, dan Willy juga Adit adalah 2 orang temannya juga, yang mungkin sekarang bisa aku katakan merekalah yang lebih dekat dengan Kiki dibandingkan denganku, dan kau tahu aku berfikiran seperti ini jika saja Willy atau Adit bisa menemaninya mungkin Kiki tidak akan memintaku untuk menemaninya, begitu mungkin.
            “Eh Lan”  Bilang Kiki “Tolong rekamin ya pas si Ray main gitarnya, aku mau kesana dulu sebentar”
            Tak lama kemudian Kiki kembali dengan membawa satu orang yang ia ajak untuk menonton bersama-sama performing si Ray, dia itu laki-laki dan aku tidak mengenalnya yang aku tahu sekarang dia duduk disebelahku dan sangat akrab mengobrol dengan Kiki yang membuatku benar-benar dicueki, bahkan kau tahu Kiki tidak memperkenalkan aku pada laki-laki itu, apa mungkin ia tidak ingin laki-laki tahu aku datang bersamanya, tapi kan sekarang ini aku sedang membantumu Kiki, membuat dokumentasi permainan gitar si Ray yang mungkin nanti malam akan kamu tontoni sambil senyum-senyum dan tidak memperdulikan itu rekaman hasil siapa.

            Selanjunya bisa aku katakan, kejadian-kejadian macam itu berulang terjadi, Kiki hanya menghubungi atau memintaku untuk bertemu hanya saat ia butuh bantuan, eh atau begini Kiki menghubungiku hanya saat ia butuh bantuan dan yang lain tidak bisa membantunya, aku mah suka menyebutku sebagai cadangan dari para cadangannya. Kau tahu jika mungkin saja yang pertama atau kedua bisa membantunya mungkin Kiki tidak akan menghubungiku, pada intinya aku bukan lagi teman yang jadi prioritasnya.
Tapi kau tahu aku tidak pernah kecewa akan itu, aku tetap selalu ingin membantunya, dan selalu berusaha untuk itu.

            Aku selalu beranggapan begini, kehidupan itu berjalan dan kita pasti akan selalu bertemu dengan teman-teman baru yang secara tidak langsung akan membuat yang lama tergantikan, sebagaimana pun usaha kita untuk bertahan dengan yang lama, yang baru pasti akan membuat semuanya berbeda.
            Aku tidak apa-apa menjadi teman cadangan dari para cadangannya. Jika hanya dengan cara itu Kiki bisa mengingatku, ya tidak apa-apa yang penting aku tidak dilupakan dan tidak berpisah menjadi sahabatnya..
            Mungkin cara terampuh kuat bersahabat adalah begini,
Kau tak perlu kecewa saat sahabatmu sekarang lebih mementingkan orang lain, pahamilah setiap orang pasti berubah, dan tak apa-apa kau tergantikan yang penting kau tak dilupakan.

Komentar